Liputan98 – Kementerian Perhubungan memproyeksikan pergerakan masyarakat selama mudik Lebaran 2026 tetap tinggi, dengan estimasi 143,9 juta orang melakukan perjalanan. Angka tersebut menjadi acuan pemerintah dalam menyiapkan skema pengaturan transportasi dan pengendalian arus mudik di berbagai moda.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengatakan bahwa meskipun proyeksi survei menunjukkan penurunan tipis dibandingkan tahun sebelumnya, realisasi di lapangan berpotensi melampaui estimasi. Pengalaman tahun lalu menunjukkan jumlah pemudik aktual lebih tinggi dari hasil survei awal.
Untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan, Kemenhub menyiapkan kapasitas angkutan lintas moda, mulai dari angkutan darat, laut, udara, hingga perkeretaapian.
“Ribuan unit bus, ratusan kapal laut dan penyeberangan, ratusan pesawat, serta ribuan rangkaian kereta api dipersiapkan guna melayani kebutuhan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran,” katanya baru-baru ini.
Pemerintah juga melakukan pemeriksaan kelaikan (ramp check) terhadap sarana transportasi untuk memastikan aspek keselamatan dan keamanan perjalanan. Pemeriksaan akan terus dilanjutkan hingga mendekati puncak arus mudik.
Selain kesiapan armada, sejumlah kebijakan pendukung disiapkan, seperti program mudik gratis, stimulus tarif transportasi, serta pengaturan operasional angkutan barang selama periode Lebaran. Program mudik gratis melibatkan kolaborasi lintas kementerian dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan berbagai moda transportasi.
Menko PMK Pratikno menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk menjaga kelancaran arus mudik. Pemerintah menargetkan penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 berlangsung aman, nyaman, dan terkendali, dengan mitigasi kepadatan di jalur-jalur utama sebagai fokus utama pengamanan. (redaksi)
Sumber : CNA.id





