Liputan98 – Pemerintah memastikan pembayaran cicilan utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) Whoosh sebesar sekitar Rp1,2 triliun per tahun akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kepastian ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai Konferensi Pers Stimulus Ekonomi Triwulan I dan Kesiapan Angkutan Idulfitri 2026 di Stasiun Gambir, Selasa (10/2/2026).
“Iya [sumber pembayaran utang Whoosh dari APBN],” kata Prasetyo saat ditanya wartawan terkait sumber anggaran pelunasan kewajiban proyek kereta cepat tersebut.
Menurut Prasetyo, penyelesaian skema pembiayaan Whoosh kini masih berada dalam tahap finalisasi. Pemerintah, melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), tengah merampungkan detail teknis dan negosiasi lanjutan dengan para pihak terkait.
“Kemarin laporan terakhir rapat di Danantara, jadi masih ada finalisasi dan sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara,” ujarnya.
Isu utang KCJB Whoosh menjadi perhatian publik karena nilai kewajiban proyek ini mencapai sekitar Rp116 triliun. Beban pembiayaan tersebut menimbulkan diskursus terkait dampaknya terhadap fiskal negara, khususnya dalam jangka menengah-panjang. Meski demikian, pemerintah menilai skema cicilan tahunan masih berada dalam koridor yang dapat dikelola APBN.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia akan membayar sekitar Rp1,2 triliun per tahun dalam skema pelunasan utang Whoosh. “Pokoknya enggak ada masalah, karena itu kita bayar [utang Whoosh] mungkin Rp1,2 triliun per tahun,” kata Prabowo.
Prabowo menekankan, proyek kereta cepat tidak semata-mata dilihat dari sisi utang, melainkan juga manfaat ekonominya bagi masyarakat, seperti mengurangi kemacetan, menekan polusi, serta mempercepat mobilitas antarwilayah.
Ia juga menilai proyek ini memperkuat penguasaan teknologi transportasi modern sekaligus menjadi simbol kerja sama strategis Indonesia–China. Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk tidak lepas tangan dalam memastikan keberlanjutan operasional Whoosh di tengah proses penataan skema pembiayaan. (redaksi)
Sumber : Bisnis.com





