Liputan98 – Presiden Prabowo Subianto menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak ekonomi nyata dengan mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga, terutama di wilayah pedesaan dan lapisan ekonomi bawah. Dampak ini dinilai berpotensi menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026.
Dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026, Prabowo mengungkapkan laporan dari kepala daerah dan pelaku usaha yang tergabung dalam Apindo menunjukkan konsumsi rumah tangga pada Januari 2026 mengalami peningkatan seiring implementasi MBG. Menurutnya, penguatan konsumsi di tingkat desa dan kecamatan menjadi fondasi penting bagi kebangkitan ekonomi nasional yang lebih inklusif.
Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi 2026 dapat melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya. Prabowo menegaskan, meski target menjadikan Indonesia sebagai negara maju bersifat realistis dalam jangka panjang, penguatan kemandirian ekonomi dan pengelolaan optimal sumber daya alam tetap menjadi agenda utama untuk mempercepat transformasi ekonomi.
Dari sisi kinerja makro, ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11% (yoy), meningkat dibandingkan 2024 sebesar 5,03%. Pertumbuhan ditopang konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 2,62% serta pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 1,58%. Kedua komponen tersebut menyumbang lebih dari 82% terhadap total pertumbuhan ekonomi.
Secara struktural, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama dengan porsi 53,88% dari total PDB, diikuti PMTB 28,77% dan ekspor 22,85%. Pemerintah berharap akselerasi program sosial yang berdampak langsung pada daya beli, seperti MBG, dapat memperkuat permintaan domestik sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi 2026 di tengah dinamika global. (redaksi)
Sumber : MetroTVnews





