HKI Diplomasi Investasi ke Korea, Bidik JV Industri Manufaktur dan Energi Hijau

HKI berkunjung ke Korea Selatan untuk memperkuat diplomasi investasi. F dok HKI

Liputan98 – Di tengah ketidakpastian perekonomian global, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) tetap agresif memperluas jejaring investasi luar negeri. Setelah membangun komunikasi dengan investor Amerika Serikat dan China, HKI kini mengalihkan fokus diplomasi ekonominya ke Korea Selatan untuk menjajaki peluang kerja sama investasi dan joint venture (JV) di sektor kawasan industri Indonesia.

Ketua Umum HKI, Ahmad Ma’ruf Maulana memimpin langsung misi promosi investasi ke Korea Selatan sejak Selasa (10/2/2026). Kunjungan ini diawali dengan pertemuan bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, di Kedutaan Besar RI di Seoul. Pertemuan tersebut membahas strategi menarik minat investor Korea agar masuk ke proyek-proyek kawasan industri di Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Kunjungan ini bagian dari upaya memperkuat diplomasi ekonomi kawasan industri. Kami berdiskusi dengan Dubes RI untuk membuka pintu investasi Korea Selatan ke Indonesia, khususnya melalui skema kerja sama langsung antarperusahaan,” ujar Ma’ruf dalam siaran pers resmi.

Dalam rangkaian agenda di Korea Selatan, HKI juga melakukan pertemuan dengan sejumlah korporasi Korea untuk menjajaki potensi usaha patungan dengan pengelola kawasan industri di Indonesia. Menurut Ma’ruf, pembicaraan dengan calon mitra investor telah memasuki tahap awal negosiasi dan penjajakan minat investasi.

“Sejumlah perusahaan Korea menunjukkan ketertarikan terhadap peluang investasi di kawasan industri Indonesia. Saat ini masih dalam tahap pembicaraan awal, namun respons yang kami terima cukup positif,” katanya.

Agenda diplomasi investasi HKI berlanjut pada Rabu (11/2/2026) melalui pertemuan business-to-business (B2B) dengan beberapa perusahaan Korea Selatan.

“Pertemuan ini diharapkan dapat memperjelas arah kerja sama, baik dalam bentuk investasi langsung maupun kolaborasi pengembangan kawasan industri tematik, termasuk sektor manufaktur, teknologi, dan industri hijau,” paparnya.

Langkah ekspansi promosi ke Korea Selatan menegaskan strategi HKI yang semakin proaktif dalam mengamankan sumber investasi asing di tengah kompetisi global yang kian ketat. Sepanjang awal 2026, HKI tercatat memperluas kerja sama internasional, termasuk menjalin kemitraan dengan Singapore Manufacturing Federation (SMF) untuk memperkuat rantai pasok dan ekosistem manufaktur regional.

HKI optimistis realisasi investasi kawasan industri pada 2026 dapat melampaui capaian 2025 yang tercatat mencapai Rp6.744 triliun. Namun, Ma’ruf menekankan bahwa akselerasi investasi membutuhkan dukungan kebijakan yang konsisten di dalam negeri.

Menurutnya, sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk menciptakan iklim investasi yang kompetitif. HKI mendorong percepatan regulasi pro-investasi guna mengatasi persoalan klasik di kawasan industri, mulai dari tumpang tindih tata ruang, keterbatasan utilitas, hingga perizinan yang masih berlapis. Di sisi lain, transformasi kawasan industri menuju konsep digital dan green industry juga terus dipacu untuk meningkatkan daya tarik Indonesia di mata investor global. (redaksi)

Pos terkait