Mendag Bantah MBG Jadi Biang Kenaikan Harga Ayam di Pasaran

Ilustrasi penjual ayam. F unsplash

Liputan98 – Menteri Perdagangan, Budi Santoso menegaskan bahwa kebutuhan ayam untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menjadi faktor utama lonjakan harga daging ayam di pasaran.

“Peningkatan permintaan dari program pemerintah justru diikuti kenaikan produksi, sehingga harga komoditas pangan strategis tetap relatif terkendali,” katanya, Rabu (18/2/2026).

Bacaan Lainnya

Budi menyampaikan, dalam kondisi permintaan yang memiliki kepastian seperti pada program MBG, pelaku usaha dapat menyesuaikan kapasitas produksi secara lebih terencana.

“Pola ini dinilai menciptakan keseimbangan baru antara pasokan dan permintaan, sehingga tekanan inflasi pangan dapat ditekan,” katanya lagi.

Meski di beberapa daerah harga ayam sempat dilaporkan menembus Rp45 ribu per kilogram, Kemendag mencatat rata-rata harga nasional masih berada di kisaran Rp40 ribuan per kilogram.

“Pemerintah menilai fluktuasi di tingkat daerah lebih disebabkan persoalan distribusi dan pasokan lokal, bukan lonjakan permintaan akibat MBG,” jelasnya.

Kemendag juga mendorong pelaku usaha dan distributor untuk memperkuat rantai pasok, terutama menjelang periode permintaan musiman seperti Ramadan dan Lebaran.

“Dengan pengamanan pasokan, pemerintah berharap program MBG dapat berjalan berkelanjutan tanpa memicu tekanan harga pangan bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (redaksi)

Sumber : CNN

Pos terkait