HKI : Kawasan Industri di Indonesia lagi Booming dan Optimis Indonesia Bisa Tumbuh 8%

Liputan98.com – Jakarta, Maraknya investasi pada sektor industri yang masuk ke Indonesia membuat para pelaku kawasanindustri kewalahan. Hal ini karena tidak diiringi dengan cepatnya perizinan yang diberikan.

Bisnis Kawasan Industri yang menjadi destinasi investasi asing, diproyeksikan masih menggeliat setelah Presiden AS Donal Trump mengenakan tarif timbal balik kepada sejumlah negara dunia.

Bacaan Lainnya

Ketum HKI Indonesia H Ma’ruf Maulana menyebutkan bahwa terdapat 170 anggota HKI di seluruh Indonesia rata-rata melakukan ekspansi pada investasi yang datang dari AS, Jepang, China, Perancis, Singapura, dan negara Eropa Lainnya. “Kami berharap Kementerian terkait untuk dapat lebih mempermudah perizinan terhadap investasi yang sudah masuk. Baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Karena Ini merupakan momentum bagi bangkitnya industri di dalam negeri dan untuk mencapai target 8℅ pertumbuhan ekonomi dalam 5 tahun kedepan.” ungkapnya Jum’at di Jakarta (22/8).

H Ma’ruf yakin dan optimis bahwa Indonesia dapat meraih pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. “HKI akan terus melakukan komunikasi dengan kementerian terkait terutama Kementerian Perindustrian sebagai pembina untuk dapat bersama-sama bersinergi mengawal tumbuhnya arus masuk investasi di Indonesia,” sebut H Ma’ruf.

HKI turut mengapresiasi pencapaian kinerja Kementerian Perindustrian dimana pada kuartal II tahun 2025, sektor industri pengolahan nonmigas mencatat pertumbuhan sebesar 5,60% (y-on-y). Angka ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,12% (y-on-y).

“Kami mengapresiasi capaian ini, karena menunjukkan sektor industri terus menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Capaian tersebut juga memberikan sinyal positif bagi investor, bahwa Indonesia adalah destinasi investasi yang prospektif dan kompetitif.,” lanjutnya.

Di sisi lain Divisional President, Indonesia, Souheast Asia, Midle East & Africa CBRE Indonesia Anshuman Magazine menyatakan Perusahaan asal negeri panda yang bergerak di sektor otomotif hingga tekstil telah siap membanjiri Kawasan Industri di tanah air.

“Jadi saya pikir sektor otomotif adalah salah satunya, kemudian ada juga sektor farmasi di beberapa Kawasan yang ada,” katanya di Jakarta Kamis (21/8). Sementara Sumit Mukherjee, Head of Real Estate Asia Konsultan Property Turner & Townsend, juga memproyeksi sektor manufaktur nasional bakal meningkat dalam beberapa waktu mendatang.

Pos terkait