Liputan98.com – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp 1.931,2 triliun. Capaian tersebut tumbuh lebih tinggi 12,7% dari tahun 2024, dan 101,3% dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1.905,6 triliun.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan tren positif ini wajib terus dikawal, meski dunia sempat diliputi ketidakpastian, dan aksi demonstrasi besar yang terjadi pada Agustus 2025.
“Investasi masuk ini terjaga, baik dari dalam maupun luar negeri. Terlepas ada ribut sedikit Agustus kemarin, Alhamdulillah kita bisa pulih di kuartal keempat,” kata Rosan dalam konferensi pers baru-baru ini di Jakarta.
Realisasi investasi nasional sepanjang 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun dan berkontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja. Sepanjang tahun tersebut, investasi mampu menyerap 2.710.532 tenaga kerja, atau meningkat 10,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Peningkatan ini menunjukkan peran investasi sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja nasional,” katanya lagi.
Dari sisi komposisi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 53,4% setara Rp1.030,3 triliun. Pemerintah menilai kinerja PMDN akan terus tumbuh lebih cepat ke depan seiring semakin optimalnya peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Setelah menyelesaikan tahap penyiapan kelembagaan dan regulasi sepanjang 2025, Danantara mulai aktif berinvestasi sejak Oktober 2025 dan diproyeksikan meningkatkan realisasi investasi pada 2026, terutama di sektor kesehatan, hilirisasi, industri kimia, dan sektor strategis lainnya.
Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang 46,6% dari total investasi atau sebesar Rp900,9 triliun. “Pemerintah optimistis PMA masih berpeluang meningkat, seiring terbukanya peluang investasi asing melalui skema dan platform yang disediakan Danantara,” ungkapnya.
Dari sisi pemerataan wilayah, realisasi investasi di luar Pulau Jawa pada 2025 tercatat lebih besar dibandingkan Jawa. Investasi di luar Jawa mencapai Rp991,2 triliun atau 51,3% dari total realisasi, sedangkan Jawa mencatat Rp940 triliun atau 48,7%. Capaian ini mencerminkan semakin meratanya distribusi investasi ke berbagai daerah.
Adapun lima provinsi dengan realisasi investasi terbesar sepanjang 2025 adalah Jawa Barat sebesar Rp296,6 triliun, DKI Jakarta Rp270,9 triliun, Jawa Timur Rp145,1 triliun, Banten Rp130,2 triliun, serta Sulawesi Tengah Rp127,2 triliun.
Berdasarkan sektor usaha, investasi terbesar mengalir ke industri logam dasar, barang logam bukan mesin, dan peralatannya dengan nilai Rp262 triliun. Selanjutnya disusul sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp211 triliun, pertambangan Rp199,6 triliun, jasa lainnya Rp170,5 triliun, serta sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp140,4 triliun.




