
Pelaksanaan Musyawarah Kohati Cabang (Muskohcab) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor ke-XLVII dinilai cacat secara prosedural dan etis. Dugaan kuat adanya keberpihakan Ketua Umum Kohati demisioner, serta ketidaknetralan Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC), telah memicu intervensi dan tindakan diskriminatif terhadap salah satu kandidat, sehingga mencederai prinsip demokrasi internal HMI.
Forum Muskohcab yang seharusnya menjadi ruang musyawarah tertinggi dan paling sakral dalam menentukan arah kepemimpinan cabang justru dipersepsikan berjalan tidak independen. Sejumlah tahapan dinilai tidak mencerminkan asas keadilan, objektivitas, dan kesetaraan hak antar kandidat, sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi dan nilai-nilai dasar perjuangan HMI.
“Ketika pimpinan demisioner, SC, dan OC tidak menjaga netralitas, maka forum kehilangan legitimasi. Muskohcab tidak boleh dikendalikan oleh kepentingan tertentu,” tegas salah satu kader Kohati Cabang Bogor.
SC dan OC yang semestinya berperan sebagai penjaga konstitusi dan fasilitator forum dinilai gagal menjalankan fungsi secara profesional dan imparsial. Sejumlah keputusan dan sikap panitia dianggap merugikan salah satu kandidat, baik dalam aspek teknis, administrasi, maupun dinamika forum, sehingga menimbulkan kesan adanya intervensi sistematis dan perlakuan diskriminatif.
Keberpihakan Ketua Umum Kohati demisioner juga disorot karena dinilai melanggar etika kepemimpinan demisioner yang seharusnya berdiri di atas semua kepentingan kandidat. Sikap tersebut bukan hanya mencederai integritas Muskohcab, tetapi juga berpotensi merusak iklim kaderisasi dan kepercayaan kader terhadap mekanisme organisasi.
Atas dasar cacat prosedural dan krisis legitimasi tersebut, kader Kohati Cabang Bogor secara tegas mendesak:
- Pelaksanaan Muskohcab ulang secara menyeluruh, jujur, adil, dan independen.
- Pembubaran Organizing Committee (OC) dan Steering Committee (SC) Muskohcab XLVII karena dinilai gagal menjaga netralitas dan integritas forum.
- Pembentukan OC dan SC baru yang independen, kredibel, dan dipercaya oleh seluruh elemen kader.
- Evaluasi dan klarifikasi terbuka atas dugaan intervensi dan keberpihakan yang terjadi selama Muskohcab berlangsung.
“Jika Muskohcab yang cacat ini dipaksakan untuk dilegitimasi, maka yang dipertaruhkan bukan hanya hasil forum, tetapi marwah, integritas, dan masa depan Kohati Cabang Bogor,” lanjutnya.
Rilis ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral kader untuk menjaga HMI tetap berada pada jalur konstitusional, demokratis, dan bermartabat, serta menolak segala bentuk intervensi, diskriminasi, dan praktik tidak etis dalam proses suksesi kepemimpinan organisasi.



