
Jakarta, Liputan98 – Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan pengembangan mobil listrik nasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian industri otomotif Indonesia. Proyek ini dikerjakan oleh Teknologi Militer Indonesia (TMI) dengan purwarupa berlabel i2C (Indigenous Indonesian Car) yang berarti mobil asli Indonesia.
Budi Wurasqito, Advisor Desain TMI, mengungkapkan bahwa perintah langsung dari Presiden menjadi dorongan penting agar proyek ini bisa terealisasi sempurna. “Beliau sudah menugaskan kami untuk menyiapkan kendaraan listrik (EV) Indonesia. Arahan selanjutnya, apakah akan tetap dipegang TMI atau dialihkan ke BUMN atau perusahaan baru, kami mengikuti keputusan pemerintah,” ujarnya di ajang GIIAS 2025, ICE BSD, pekan lalu.
Harsusanto, Presiden dan CEO TMI, menegaskan bahwa proyek ini merupakan terjemahan dari visi Presiden Prabowo untuk membangun kemandirian di sektor otomotif nasional. Pengerjaan mobil listrik i2C sudah berjalan kurang dari setahun dan ditargetkan mulai produksi massal paling lambat tahun 2028.
Mobil listrik nasional ini diharapkan bisa dipasarkan dengan harga terjangkau, di bawah Rp500 juta, tanpa mengulang kesalahan proyek mobil nasional sebelumnya yang menuai kontroversi karena tuduhan rebadge. Nama i2C sendiri masih bersifat sementara, menunggu nama resmi yang akan diberikan langsung oleh Presiden Prabowo.