Setelah 10 Tahun Negosiasi, Prabowo Amankan Kesepakatan Ekonomi Besar dengan Uni Eropa



Jakarta, LIPUTAN98 – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Dewan Eropa, António Costa, yang menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan antara Indonesia dan Uni Eropa.
Pertemuan ini berlangsung pada Minggu, 13 Juli 2025, di Gedung Europa, Brussel, Belgia. Kedatangan Presiden Prabowo disambut secara resmi oleh António Costa.
Salah satu capaian utama dari pertemuan tersebut adalah kemajuan signifikan dalam proses negosiasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Presiden Prabowo menyebut kesepakatan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemitraan global yang lebih adil dan saling menguntungkan.
“Hari ini merupakan momen bersejarah bagi saya. Setelah negosiasi panjang selama satu dekade yang tidak jarang diwarnai dinamika sulit, kita berhasil mencapai titik terobosan,” ucap Prabowo sebagaimana dikutip dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Senin, 14 Juli 2025.
Ia menambahkan bahwa kesepakatan ini mencerminkan kepercayaan bersama antara Indonesia dan Uni Eropa dalam membangun kemitraan ekonomi yang inklusif dan berbasis nilai. Prabowo juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara kedua pihak dalam bidang teknologi, energi, pangan, dan mineral strategis.
“Eropa adalah mitra strategis. Kami berharap kawasan ini tetap menjadi aktor utama dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. Saat ini dunia tengah bergerak ke arah tatanan global multipolar,” lanjut Prabowo.
Presiden juga mengungkapkan harapannya agar kerja sama dengan Eropa dapat membuka lebih banyak akses dalam bidang pendidikan dan kesehatan bagi generasi muda Indonesia. Selain itu, ia menegaskan pentingnya menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan bagi pelaku usaha dari kedua pihak.
“Kami sangat menantikan kemitraan yang lebih kuat dan erat ke depannya,” tutup Prabowo.
Turut hadir mendampingi dalam pertemuan ini antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Investasi dan Kepala BKPM Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk Belgia Andri Hadi.

Pos terkait