Liputan98 – Batam kembali diposisikan sebagai salah satu hub industri maritim dan logistik strategis Asia kepada pelaku usaha Eropa. Badan Pengusahaan (BP) Batam mengintensifkan promosi investasi Batam dalam rangkaian agenda business engagement di sela forum Euromaritime 2026 di Marseille, Prancis, seiring meningkatnya kompetisi global dalam penguasaan rantai pasok maritim dan logistik internasional.
Dalam forum maritim terbesar di Eropa tersebut, delegasi BP Batam yang dipimpin Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, didampingi jajaran pimpinan BP Batam serta perwakilan dunia usaha daerah, memanfaatkan momentum pertemuan global untuk memperkenalkan Batam sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ) yang memiliki posisi strategis di jalur pelayaran Selat Malaka.
Promosi difokuskan pada potensi Batam sebagai platform industri maritim terintegrasi, mencakup sektor kepelabuhanan, galangan kapal, manufaktur komponen maritim, logistik energi, hingga pengembangan ekosistem pendukung industri pelayaran. BP Batam menekankan kesiapan infrastruktur, kemudahan perizinan, serta peluang pengembangan direct call untuk memperkuat konektivitas Batam dalam jaringan pelayaran internasional.
“Dalam lanskap global yang semakin kompetitif, Batam harus tampil sebagai lokasi implementasi nyata investasi maritim, bukan hanya tujuan promosi. Kami membawa pesan bahwa Batam siap menjadi basis produksi, logistik, dan distribusi di kawasan Asia,” ujar Fary Djemy Francis dalam rangkaian pertemuan bisnis di Eropa.
Selama Euromaritime 2026, BP Batam melakukan puluhan pertemuan bilateral dengan perusahaan pelayaran global, penyedia teknologi pelabuhan, operator logistik energi, konsultan desain perkapalan, hingga manufaktur komponen kapal dari berbagai negara Eropa. Dialog diarahkan untuk memetakan peluang kerja sama konkret, mulai dari pengembangan layanan pelabuhan, investasi fasilitas pendukung industri maritim, hingga kolaborasi teknologi dan peningkatan efisiensi logistik.
Salah satu pertemuan strategis dilakukan dengan CMA CGM, perusahaan pelayaran global asal Prancis, yang membahas potensi penguatan konektivitas Batam dalam jaringan pelayaran internasional serta peluang pengembangan layanan direct call. Selain itu, BP Batam memperluas jejaring dengan Chambre de Commerce et d’Industrie Marseille Provence (CCIAMP) guna membuka akses ke ekosistem industri maritim Eropa Selatan.
Agenda promosi juga diperluas ke Belanda melalui pertemuan dengan jejaring diaspora pengusaha Indonesia dan dialog dengan otoritas pelabuhan global. Kunjungan benchmarking ke Port of Rotterdam menjadi bagian dari upaya BP Batam mempelajari transformasi pelabuhan modern sebagai ekosistem komersial bernilai tambah tinggi yang terintegrasi dengan industri, energi, dan logistik.
BP Batam menilai promosi ke Eropa penting untuk menarik investor yang memiliki keunggulan teknologi, standar operasional tinggi, serta pengalaman dalam pengelolaan pelabuhan modern dan industri maritim berkelanjutan. Melalui pendekatan promosi yang lebih berorientasi pada realisasi investasi, BP Batam berharap Batam dapat masuk lebih dalam ke radar investor Eropa sebagai lokasi ekspansi bisnis di Asia Tenggara.
Upaya promosi ini sejalan dengan strategi BP Batam memperkuat posisi Batam dalam rantai pasok global, sekaligus mendorong pergeseran peran Batam dari sekadar kawasan transit perdagangan menjadi basis produksi, logistik, dan layanan maritim bernilai tambah di kawasan Asia. (redaksi)





