Efisiensi APBN Dipercepat, Penyaluran MBG Berpotensi Dipangkas Jadi 5 Hari

Menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). F Okezone

Liputan98 – Pemerintah tengah memfinalisasi skema efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, termasuk opsi pengurangan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam hari menjadi lima hari per minggu. Langkah ini dipertimbangkan sebagai respons atas tekanan eksternal, terutama lonjakan harga energi global akibat konflik geopolitik.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa keputusan terkait penyesuaian tersebut masih dalam tahap akhir pembahasan. “Sedang kami finalkan semua,” kata Prasetyo kepada wartawan usai rapat di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pemerintah akan segera mengumumkan kebijakan resmi efisiensi APBN sebagai langkah antisipatif menghadapi dampak perang yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia. Kondisi ini dinilai dapat memperbesar beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam anggaran negara.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengusulkan efisiensi pada pagu anggaran program MBG. Salah satu skema yang diusulkan adalah pengurangan frekuensi penyaluran, dengan potensi penghematan mencapai Rp40 triliun.

Kendati demikian, pemerintah menegaskan bahwa efisiensi tidak akan mengorbankan mutu program. “Selama ada efisienya, saya setuju saja dan enggak mengurangi kualitas makananya sendiri,” ujar Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Dalam APBN 2026, anggaran program MBG ditetapkan sebesar Rp335 triliun, dengan target penerima manfaat mencapai 82,9 juta orang hingga akhir tahun. Hingga 9 Maret 2026, realisasi anggaran program tersebut telah mencapai Rp44 triliun. Selama dua bulan pertama tahun ini, rata-rata penyerapan anggaran tercatat sekitar Rp19 triliun per bulan.

Dengan tekanan harga energi yang masih tinggi, pemerintah menghadapi dilema antara menjaga keberlanjutan program prioritas sosial dan memastikan stabilitas fiskal. Keputusan final terkait skema efisiensi MBG akan menjadi indikator arah kebijakan fiskal dalam merespons dinamika global yang kian tidak pasti. (redaksi)

Sumber : Bisnis.com

Pos terkait