Liputan98.com – Pemerintah mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp815,56 miliar untuk program kompor listrik pada 2027 sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG).
Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah diversifikasi konsumsi energi rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kompor listrik menjadi salah satu alternatif energi yang akan terus didorong pemerintah di tengah meningkatnya kebutuhan LPG nasional.
“Kompor listrik karena ini untuk kita mengurangi kebutuhan LPG, kita mencari untuk bauran energi lain. Jadi energi yang kita dorong ke depan tidak hanya tentang LPG, tapi kompor listrik, CNG, macam-macam yang kita buat itu sebesar Rp815,56 miliar,” ujar Bahlil.
Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan pemanfaatan listrik sebagai sumber energi rumah tangga dapat meningkat sehingga konsumsi LPG bersubsidi secara bertahap berkurang. Langkah ini dinilai berpotensi menekan beban impor LPG yang selama ini masih mendominasi pemenuhan kebutuhan dalam negeri.
Bahlil menjelaskan pemerintah juga akan memetakan wilayah yang dinilai paling membutuhkan program kompor listrik agar implementasinya lebih tepat sasaran.
“Ini saya pikir kita juga minta bantuan dari Bapak Ibu Anggota DPR untuk bisa tahu kompor listrik ini yang membutuhkan di daerah-daerah mana saja supaya bisa kita melakukan kerjasama dan sinkronisasi,” ungkapnya.
Program kompor listrik menjadi bagian dari strategi pengembangan bauran energi nasional yang juga mencakup pemanfaatan energi alternatif lain, termasuk compressed natural gas (CNG). Pemerintah berharap diversifikasi sumber energi dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi domestik.(redaksi)
Sumber : CNN





