RI-Belarus Perkuat Kemitraan Ekonomi, Fokus pada Ketahanan Pangan dan Bahan Baku Pupuk

Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono. F dok kompas.com

Liputan98.com – Indonesia dan Belarus memperkuat kemitraan ekonomi bilateral dengan menitikberatkan kerja sama di sektor ketahanan pangan, ketahanan energi, serta pasokan bahan baku pupuk. Penguatan hubungan tersebut ditandai dengan kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia yang diterima Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Kamis (2/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo ke Belarus pada 15 Juli lalu untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama ekonomi dan strategis. Dalam pertemuan kali ini, kedua negara sepakat meningkatkan hubungan bilateral melalui kerja sama yang lebih terarah dan berorientasi pada hasil konkret.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan penguatan kemitraan ini sejalan dengan prioritas pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, termasuk melalui kerja sama di sektor pertanian dan industri pupuk.

“Kepentingan kita yang utama karena ini juga sesuai dengan program Bapak Presiden (Prabowo Subianto) terutama di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi, kerja sama yang lebih intensif di bidang ini juga akan dimantapkan. Beberapa produk pertanian dan khususnya bahan baku pupuk juga akan dikerjasamakan antara Belarus dan Indonesia,” ujar Menlu Sugiono dalam keterangan persnya di Istana Merdeka, Kamis (02/07/2026).

Sebagai implementasi komitmen jangka panjang, Indonesia dan Belarus meluncurkan Road Map for Bilateral Cooperation 2026-2030 yang akan menjadi kerangka penguatan hubungan kedua negara di berbagai sektor strategis, termasuk perdagangan, investasi, serta pengembangan industri pendukung.

Di bidang perdagangan, kedua negara juga membahas percepatan implementasi kerja sama ekonomi dengan Eurasian Economic Union (EAEU). Belarus menjadi salah satu negara yang telah lebih dahulu meratifikasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan EAEU.

“Seperti kita ketahui juga, telah terjadi penandatanganan EAEU-CEPA (Eurasian Economic Union – Comprehensive Economic Partnership Agreement) dan Belarus merupakan salah satu negara yang telah meratifikasi perjanjian tersebut,” tambah Sugiono.

Selain itu, kedua pihak turut membahas percepatan implementasi Indonesia-EAEU Free Trade Agreement (FTA). Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi fondasi untuk memperluas akses pasar, meningkatkan volume perdagangan, memperkuat konektivitas logistik, serta membuka peluang investasi dan kerja sama ekonomi yang lebih luas antara Indonesia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU).(redaksi)

Sumber : Investor.id

Pos terkait