Investor Australia PBT Siapkan Investasi Rp6,2 Triliun untuk Bangun Industri Material Baterai di Indonesia

Ilustrasi baterai pada mobil listrik yang dikemas dalam komponen aman. F dok electrecco

Liputan98.com – Perusahaan asal Australia, Pure Battery Technologies (PBT), memperkuat komitmennya untuk berinvestasi di Indonesia melalui rencana pembangunan fasilitas produksi precursor Cathode Active Material (pCAM). Nilai investasi yang disiapkan mencapai sekitar USD350 juta atau setara Rp6,2 triliun sebagai bagian dari pengembangan rantai pasok industri baterai kendaraan listrik nasional.

Investasi tersebut diarahkan untuk mengisi mata rantai industri baterai yang selama ini belum tersedia di dalam negeri, yakni produksi precursor Cathode Active Material (pCAM), salah satu komponen penting dalam pembuatan baterai kendaraan listrik.

Bacaan Lainnya

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menilai kehadiran PBT akan memperkuat integrasi industri hilirisasi mineral Indonesia, khususnya nikel.

“Indonesia sudah memiliki HPAL dan akan segera memiliki manufaktur sel baterai. Mata rantai yang tersisa adalah pCAM dan katoda. Di sinilah investasi seperti Pure Battery Technologies menjadi krusial untuk melengkapi ekosistem baterai yang terintegrasi penuh,” kata Todotua dalam keterangan resmi, Kamis (2/7/2026).

Menurut Todotua, pembangunan fasilitas pCAM akan meningkatkan nilai tambah nikel di dalam negeri karena proses produksi precursor baterai merupakan salah satu tahapan dengan nilai ekonomi tertinggi dalam rantai industri kendaraan listrik.

Melalui investasi tersebut, Indonesia diharapkan tidak lagi hanya berperan sebagai pemasok bahan baku mineral, tetapi juga mampu menghasilkan material bernilai tinggi yang menjadi komponen utama industri baterai global.

Dalam proses realisasi investasi, pemerintah melalui Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Sydney akan terus mendampingi PBT, mulai dari penyelesaian aspek regulasi hingga penjajakan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia.

Direktur Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Sydney Leidy Surianingrat mengatakan pihaknya akan terus memfasilitasi proses realisasi investasi PBT, termasuk menghubungkan perusahaan dengan pemangku kepentingan pemerintah serta calon mitra strategis di Indonesia.

Selain pembangunan fasilitas produksi, pembahasan antara pemerintah dan PBT juga mencakup pendirian badan hukum perusahaan di Indonesia, penentuan lokasi investasi, skema pembiayaan proyek, serta peluang kemitraan dengan pelaku usaha di sektor pertambangan dan pengolahan nikel.

Rencana investasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik dunia. Dengan bertambahnya investasi pada sektor material baterai, pemerintah berharap rantai pasok industri kendaraan listrik nasional dapat terintegrasi dari pengolahan mineral hingga produksi material bernilai tambah tinggi.(redaksi)

Sumber : IDXChannel

Pos terkait