Emas Kian Fluktuatif, Investor Diminta Waspada Risiko Spekulasi

Liputan98 – Emas kembali menjadi sorotan pasar global. Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan pergeseran minat investor dari aset berisiko seperti kripto, harga emas masih menunjukkan tren menguat secara tahunan meski diwarnai gejolak tajam dalam jangka pendek.

Sejak awal 2026, harga emas masih berada di zona positif, meski sempat mencatat penurunan harian terbesar sepanjang sejarah pada akhir Januari. Kondisi ini menandai fase baru pergerakan emas yang semakin volatil, seiring masuknya spekulan, dana lindung nilai, hingga investor ritel dalam skala masif. Analis menilai, pola pergerakan emas kini mulai menyerupai “meme stock”, di mana reli harga dipicu bukan hanya oleh fundamental, tetapi juga sentimen pasar dan aksi beli spekulatif.

Joe Cavatoni, ahli strategi pasar senior dan kepala kebijakan publik AS di World Gold Council mengatakan prospek fundamental emas dinilai tetap solid sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global. JPMorgan memproyeksikan harga emas berpotensi menembus USD 6.300 per troy ounce pada akhir 2026, didorong oleh risiko geopolitik, kebijakan moneter global yang longgar, serta meningkatnya permintaan instrumen lindung nilai.

“Akses investasi emas yang semakin mudah melalui produk ETF turut memperbesar arus dana ke logam mulia. Namun, lonjakan volatilitas memunculkan peringatan bagi investor,” katanya.

Sejumlah analis mengingatkan bahwa emas saat ini tidak sepenuhnya berperilaku sebagai safe haven klasik, karena fluktuasinya sudah mencapai dua digit dalam waktu singkat.

Kondisi ini menempatkan investor pada dilema strategis: memanfaatkan momentum kenaikan harga emas sebagai peluang jangka pendek, atau tetap menempatkan emas sebagai instrumen diversifikasi portofolio jangka panjang.

“Dengan volatilitas yang tinggi, pelaku pasar disarankan lebih selektif dalam menentukan timing masuk serta mengelola risiko, agar emas tetap berfungsi sebagai pelindung nilai, bukan sumber risiko baru dalam portofolio,” pungkasnya. (redaksi)

Sumber : CNN

Pos terkait