Liputan98 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis laju pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat menembus level 6% dalam waktu dekat, seiring penguatan likuiditas perbankan, akselerasi belanja negara, serta perbaikan iklim investasi.
Purbaya menegaskan stabilitas likuiditas di sistem keuangan menjadi fondasi utama penguatan ekonomi. Menurutnya, perbankan saat ini berada dalam kondisi sehat sehingga dunia usaha tidak mengalami kendala berarti dalam mengakses pembiayaan.
“Likuiditas tersedia di pasar, perbankan bekerja dengan baik, dunia usaha tidak kesulitan mencari pembiayaan,” ujar Purbaya di Istana Kepresidenan baru-baru ini.
Dari sisi kebijakan fiskal, pemerintah mendorong percepatan realisasi belanja negara sejak awal tahun agar efek penggandanya terhadap ekonomi dapat lebih cepat dirasakan.
Pemerintah juga menargetkan perbaikan berkelanjutan pada iklim investasi untuk menjaga momentum pertumbuhan. Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter menjadi prasyarat penting agar stimulus ekonomi berjalan optimal.
“Kelihatannya bisa berjalan,” imbuhnya.
Optimisme tersebut ditopang data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai 5,11%, tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama dengan kontribusi 53,88% terhadap PDB, seiring meningkatnya mobilitas dan aktivitas masyarakat, terutama pada sektor restoran, hotel, transportasi, dan komunikasi.
Dengan kombinasi likuiditas longgar, belanja negara yang dipercepat, serta sinergi fiskal–moneter, Purbaya menilai ruang akselerasi pertumbuhan menuju 6% masih terbuka lebar. (redaksi)
Sumber : Bloomberg





