QRIS Indonesia Go Global, Transaksi Lintas Negara Diperluas ke Korea hingga APEC

Ilustrasi transaksi digital dengan menggunakan QRIS. F dok bisnis-epos.id

Liputan98 – Pemerintah mempercepat ekspansi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke luar negeri sebagai bagian dari agenda besar transformasi ekonomi digital Indonesia. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas pembayaran lintas negara sekaligus mempermudah transaksi pelaku usaha dan wisatawan di tengah dinamika perdagangan global yang kian kompetitif.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa implementasi QRIS lintas negara terus diperluas. Saat ini, sistem pembayaran nasional tersebut telah digunakan di sejumlah negara ASEAN, Jepang, serta kawasan Timur Tengah. Korea Selatan dijadwalkan mulai mengadopsi QRIS pada April 2026, menambah daftar mitra negara yang terhubung dalam ekosistem pembayaran digital Indonesia.

“Perluasan QRIS lintas negara menjadi bagian dari strategi transformasi digital pembayaran Indonesia. Kerja sama ini akan terus diperluas untuk memperkuat konektivitas ekonomi lintas batas,” ujar Airlangga, Senin (9/2/2026).

Tak hanya fokus di Asia, pemerintah juga membidik perluasan kerja sama QRIS ke negara-negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). Pasar strategis seperti Amerika Serikat dan China menjadi target jangka menengah untuk membuka peluang integrasi sistem pembayaran yang lebih luas, sejalan dengan meningkatnya aktivitas perdagangan dan mobilitas pelaku usaha Indonesia di pasar global.

Ekspansi QRIS dinilai strategis karena negara-negara APEC menyerap sekitar 70% ekspor Indonesia. Integrasi sistem pembayaran lintas negara diharapkan dapat menurunkan friksi transaksi, meningkatkan efisiensi perdagangan, serta memperkuat daya saing pelaku UMKM dan sektor pariwisata dalam ekosistem ekonomi digital regional.

Pemerintah menilai digitalisasi sistem pembayaran menjadi fondasi penting dalam memperdalam integrasi ekonomi, khususnya di tengah meningkatnya kompleksitas geopolitik dan fragmentasi rantai pasok global.

Dengan QRIS lintas negara, Indonesia berupaya menempatkan diri sebagai pemain aktif dalam arsitektur pembayaran digital kawasan, sekaligus membuka jalan bagi peningkatan transaksi perdagangan dan konsumsi lintas batas yang lebih efisien dan inklusif. (redaksi)

Sumber : Investor.id

Pos terkait