Liputan98 – Tiga maskapai asal Vietnam menandatangani kontrak pembelian total 90 unit pesawat Boeing dengan nilai mencapai US$30 miliar. Kesepakatan ini menjadi salah satu transaksi aviasi terbesar di Asia Tenggara tahun ini, sekaligus mencerminkan menguatnya hubungan dagang Vietnam–Amerika Serikat di tengah proses negosiasi perjanjian perdagangan baru kedua negara.
Maskapai nasional Vietnam Airlines mengamankan pembelian 50 unit Boeing 737-8 dengan nilai US$8,1 miliar, yang dijadwalkan mulai dikirim pada periode 2030–2032.
Dengan tambahan armada tersebut, kapasitas operasional Vietnam Airlines diproyeksikan meningkat signifikan untuk mendukung ekspansi rute regional dan internasional dalam satu dekade ke depan. Perusahaan juga tengah membuka pembahasan lanjutan untuk potensi akuisisi hingga 30 pesawat berbadan lebar senilai sekitar US$12 miliar.
Sementara itu, pendatang baru Sun PhuQuoc Airways memesan 40 unit Boeing 787-9 Dreamliner senilai US$22,5 miliar guna menopang strategi penetrasi pasar penerbangan jarak menengah hingga jarak jauh.
Di segmen penerbangan berbiaya rendah, Vietjet memperoleh fasilitas pembiayaan sebesar US$965 juta dari Griffin Global Asset Management untuk pengadaan enam unit Boeing 737-8, memperkuat rencana ekspansi armada secara bertahap.
Transaksi jumbo ini berlangsung di tengah dinamika hubungan dagang AS–Vietnam. Pemerintah Vietnam sebelumnya menyatakan komitmen meningkatkan pembelian produk asal AS sebagai bagian dari upaya menyeimbangkan neraca perdagangan, menyusul kebijakan Washington yang mempertahankan tarif 20% untuk sebagian produk Vietnam, sembari melonggarkan bea masuk untuk komoditas tertentu.
Langkah agresif maskapai Vietnam memperluas armada dinilai sebagai sinyal optimisme terhadap pemulihan dan pertumbuhan permintaan penerbangan di Asia Tenggara, sekaligus membuka peluang penguatan kemitraan industri kedirgantaraan antara Hanoi dan Washington. (redaksi)





