Liputan98.com – Batam akan menjadi lokasi pengembangan infrastruktur data center berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui kemitraan strategis antara perusahaan infrastruktur AI asal Australia, Firmus Technologies, dan Nvidia Corp. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kapasitas komputasi AI sekaligus memperkuat ekosistem pusat data di kawasan Asia.
Berdasarkan pernyataan yang dikutip dari Reuters, Senin (29/6/2026), kerja sama tersebut mencakup pembelian infrastruktur Nvidia oleh Firmus sekaligus penyediaan layanan cloud berbasis Nvidia kepada pelanggan “AI Native” maupun segmen lainnya.
Sebagai bagian dari proyek tersebut, Firmus akan menghadirkan sebanyak 170.000 unit Graphics Processing Unit (GPU) secara bertahap mulai kuartal I 2027 hingga awal 2028. Seluruh infrastruktur GPU tersebut akan ditempatkan di Batam, Indonesia, sebagai fondasi pengembangan layanan data center AI.
Kesepakatan tersebut tidak hanya memberikan pendapatan dari penjualan produk bagi Nvidia, tetapi juga mencakup pembagian pendapatan dari layanan cloud yang dioperasikan melalui infrastruktur tersebut.
Firmus memperkirakan kerja sama tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan hingga US$30 miliar selama enam tahun pertama pelaksanaannya berdasarkan komitmen yang telah diberikan para pelanggan.
Menurut perusahaan, kemitraan dengan Nvidia akan memperluas akses perusahaan AI, khususnya pelaku usaha berskala kecil dan perusahaan rintisan, terhadap infrastruktur komputasi berperforma tinggi yang selama ini didominasi perusahaan teknologi besar.
“Kami telah bekerja mencari cara untuk menutup kesenjangan antara keuntungan biaya yang dimiliki perusahaan-perusahaan besar, yang mereka peroleh karena memiliki peringkat kredit yang sangat baik, dengan perusahaan-perusahaan yang sedang berkembang,” kata Co-Chief Executive Firmus Tim Rosenfield.
“Ini benar-benar merupakan cara yang sangat berarti untuk sedikit menyamakan medan persaingan agar generasi berikutnya memiliki kesempatan bersaing dengan para pemain besar,” lanjutnya.
Firmus juga mengungkapkan bahwa Nvidia sebelumnya telah berpartisipasi dalam sejumlah penggalangan dana perusahaan sehingga menjadi salah satu investor di perusahaan tersebut.
Pada April lalu, Firmus mengumumkan telah menghimpun pendanaan sebesar US$1,35 miliar dalam enam bulan sebelumnya. Pendanaan tersebut mendorong valuasi perusahaan menjadi US$5,5 miliar setelah investasi.
Di sisi lain, menurut sumber yang mengetahui persoalan tersebut, Firmus juga telah menunjuk sejumlah bank investasi untuk mempersiapkan potensi penawaran saham perdana (IPO). Meski demikian, Rosenfield menolak memberikan komentar mengenai rencana tersebut.(redaksi)
Sumber : CNBC





