Liputan98.com – Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Jumat (7/8) pagi, berada di posisi Rp17.935 per dolar Amerika Serikat. Mata uang Garuda tergerus 12 poin atau 0,07 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan mayoritas mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Dolar Singapura tercatat menguat 0,05 persen, sementara yen Jepang naik 0,04 persen. Yuan China turut menguat 0,03 persen, disusul ringgit Malaysia yang naik 0,04 persen, serta won Korea Selatan yang terapresiasi cukup signifikan sebesar 0,48 persen. Dolar Hong Kong bergerak stabil, sedangkan peso Filipina melemah 0,34 persen.
Tren serupa juga terlihat pada mata uang utama negara maju. Euro Eropa melemah 0,02 persen, poundsterling Inggris turun 0,01 persen, dolar Australia terkoreksi 0,06 persen, dan franc Swiss melemah 0,04 persen. Dolar Kanada juga tercatat turun 0,03 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, seiring kenaikan harga minyak dunia akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
“Rupiah diperkirakan berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring harga minyak yang rebound oleh memanasnya geopolitik di Timur Tengah menyusul laporan apabila Iran akan melarang kapal AS dan Israel melalui Selat Hormuz. Namun, perlemahan diperkirakan terbatas dengan investor menantikan data cadangan devisa Indonesia siang ini,” ujar Lukman.
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS pada perdagangan hari ini.(redaksi)
Sumber : CNN





