Rupiah Melemah ke Rp18.011 per Dolar AS, BI Pastikan Stabilitas Nilai Tukar Terjaga

Ilustrasi uang Rupiah. F Ist

Liputan98.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (8/7/2026). Hingga pukul 11.35 WIB, rupiah berada di level Rp18.011 per dolar AS atau turun 31 poin (0,17%) dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah terjadi seiring tekanan yang juga dialami mayoritas mata uang di kawasan Asia. Peso Filipina, dolar Singapura, yuan China, yen Jepang, rupee India, baht Thailand, ringgit Malaysia, dan dolar Hong Kong sama-sama bergerak melemah terhadap dolar AS. Sementara itu, won Korea Selatan menjadi satu-satunya mata uang Asia yang mencatatkan penguatan.

Bacaan Lainnya

Di kelompok mata uang negara maju, pergerakan cenderung bervariasi. Dolar Australia, euro, dan dolar Kanada menguat terhadap dolar AS, sedangkan poundsterling Inggris dan franc Swiss mengalami pelemahan.

Sebelumnya, rupiah sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Senin (6/7). Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda sempat menyentuh Rp18.009 per dolar AS sebelum ditutup di level Rp17.995 per dolar AS atau melemah 32 poin (0,18%).

Pada perdagangan Selasa (7/7), rupiah sempat pulih dengan menguat 15 poin (0,08%) ke posisi Rp17.980 per dolar AS saat penutupan perdagangan.

Menanggapi pergerakan tersebut, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso menilai pelemahan rupiah masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah mata uang negara berkembang lainnya.

Berdasarkan data Bloomberg periode 17 Juni hingga 6 Juli 2026, rubel Rusia tercatat melemah 5,5%, peso Chile sekitar 4%, baht Thailand 2,3%, sementara rupiah terkoreksi 1,4%. Adapun won Korea Selatan turun 1%, peso Filipina sekitar 1%, rupee India 0,7%, dan yuan China 0,5%.

Denny menegaskan BI akan terus mengoptimalkan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah tetap terkendali. Menurutnya, bank sentral akan “all out” menjaga stabilitas rupiah dengan kecenderungan tetap menguat.

Pos terkait