Liputan98.com — Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menegaskan pemerintah akan melanjutkan upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal di Indonesia. Penindakan terhadap aktivitas ilegal dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat penerimaan negara sekaligus menjaga kepatuhan terhadap ketentuan cukai.
Hal tersebut disampaikan Suahasil setelah resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk melanjutkan sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.
Dalam arahannya, Suahasil meminta Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Djaka Budhi Utama untuk terus memperkuat penindakan terhadap peredaran rokok ilegal.
“Soal rokok ilegal, saya yakin Pak Djaka ada ya? Tadi Pak Djaka ada pakai baju putih. Pak Djaka, gempur terus?” ujar Suahasil di kantor Kementerian Keuangan, Senin (14/9).
Djaka yang mendapat arahan langsung dari Menteri Keuangan tersebut menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan upaya pemberantasan rokok ilegal.
“Siap, Pak!” jawab Djaka.
Suahasil menilai kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam melakukan penindakan terhadap berbagai aktivitas ilegal menunjukkan penguatan. Menurutnya, capaian tersebut perlu dipertahankan dan dilanjutkan.
“Pak Jaka telah bekerja dengan teman-teman Direktorat Jenderal Bea Cukai. Sepemantauan saya, penangkapan kegiatan-kegiatan ilegalnya itu menjadi lebih kuat dan akan kita lanjutkan terus,” ujar Suahasil.
Dia menambahkan, agenda pemberantasan aktivitas ilegal tidak hanya menyasar peredaran rokok ilegal. Pemerintah juga akan memperluas penindakan terhadap berbagai bentuk kegiatan ilegal lainnya yang berpotensi merugikan negara.
“Yang ilegal itu bukan hanya rokok, tapi berbagai macam hal yang lain yang harusnya kita tangani,” tuturnya.
Penguatan pengawasan terhadap barang ilegal menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan dan cukai. Penindakan yang konsisten juga diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang lebih adil bagi pelaku usaha yang menjalankan kewajibannya sesuai regulasi.(redaksi)
Sumber : CNN




