Liputan98.com – Jepang mengusulkan konsep pembangkit listrik futuristis yang dibangun di Bulan sebagai bagian dari upaya mencari sumber energi alternatif yang lebih aman. Gagasan tersebut diperkenalkan oleh Shimizu Corporation melalui proyek bernama Luna Ring, yang menawarkan pemanfaatan energi surya dari permukaan Bulan untuk memasok listrik ke Bumi.
Dalam konsep tersebut, Shimizu Corporation berencana membangun sabuk panel surya yang membentang di kawasan ekuator Bulan sepanjang sekitar 11 ribu kilometer. Infrastruktur ini dirancang untuk menangkap sinar Matahari secara maksimal, kemudian mengubahnya menjadi energi listrik.
Sabuk panel itu akan mengubah sinar Matahari menjadi listrik. Kemudian listrik akan dikirimkan ke Bumi dengan gelombang mikro dan laser, dikutip dari Ecoportal, Rabu (1/7/2026).
Konsep Luna Ring dinilai memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan pembangkit listrik tenaga surya di Bumi. Di Bulan, panel surya dapat menerima paparan sinar Matahari secara lebih optimal karena tidak terhalang atmosfer maupun tutupan awan yang kerap mengurangi efisiensi pembangkitan listrik di Bumi.
Ide ini memiliki keunggulan. Sebab tenaga Matahari bisa diterima lebih baik di Bulan dibandingkan atap atau ladang luas yang berada di Bumi.
Sel surya di Bulan bisa menghadap langsung tanpa gangguan sama sekali, seperti atmosfer maupun tutupan awan. Selain itu ekuator Bulan memiliki penerangan hampir konstan di salah satu belahan Bumi.
Meski masih berupa konsep jangka panjang, proyek Luna Ring menjadi salah satu gagasan paling ambisius dalam pengembangan energi luar angkasa. Jika dapat direalisasikan, sistem ini berpotensi membuka babak baru dalam pemanfaatan energi surya dengan memanfaatkan kondisi Bulan yang lebih ideal untuk menghasilkan listrik dibandingkan permukaan Bumi.(redaksi)
Sumber : CNBC





