Prabowo Tawarkan Danantara Biayai Proyek Investasi Indonesia-Rusia

Presiden Prabowo Subianto saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia. F dok Sekneg

Liputan98.com – Presiden Prabowo Subianto mendorong Danantara untuk meningkatkan perannya dalam pembiayaan proyek investasi hasil kerja sama Indonesia dan Rusia. Danantara ditawarkan berkolaborasi dengan Russian Direct Investment Fund (RDIF) untuk tidak sekadar mencari peluang, tetapi turut membiayai proyek yang dinilai layak.

Prabowo menyampaikan tawaran tersebut saat memberikan pidato kunci sebagai Tamu Kehormatan Utama pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Prabowo, Indonesia telah membentuk Danantara sebagai sovereign wealth fund dengan aset kelolaan sebesar US$1 triliun. Keberadaan lembaga tersebut dinilai dapat menjadi penghubung antara kepentingan strategis dan pasar modal Indonesia serta Rusia.

“Danantara dapat bertindak sebagai jembatan tempat pasar modal dan tujuan strategis Rusia dan Indonesia bertemu,” kata Prabowo.

Presiden kemudian menawarkan peningkatan kerja sama antara Danantara dan RDIF. Kedua lembaga investasi tersebut dinilai dapat mengambil peran lebih jauh dalam merealisasikan proyek-proyek investasi bilateral.

Prabowo menginginkan kerja sama tidak berhenti pada tahap identifikasi peluang investasi. Danantara dan RDIF diharapkan dapat masuk sebagai penyedia pembiayaan bagi proyek yang telah dinilai layak untuk direalisasikan.

“Danantara dan sovereign wealth fund Rusia, Russian Direct Investment Fund [RDIF], dapat bergerak dari sekadar mengidentifikasi peluang menjadi pembiaya proyek-proyek yang layak didanai,” ujarnya.

Dengan skema tersebut, Danantara berpotensi menjadi salah satu instrumen pembiayaan dalam mempercepat realisasi investasi Indonesia-Rusia. Kolaborasi dengan RDIF juga dapat membuka ruang bagi kedua negara untuk menggabungkan kapasitas investasi dan kepentingan strategis masing-masing.

Prabowo juga menekankan bahwa kerja sama pembiayaan harus disertai kepastian mengenai proyek yang akan dijalankan. Menurutnya, setiap kesepakatan investasi harus memiliki ukuran yang jelas, termasuk nilai proyek, sumber pembiayaan, dan tahapan pelaksanaannya.

“Setiap kesepakatan yang diumumkan harus menjelaskan nilainya, pembiayaannya, dan tahapan pencapaiannya,” tegas Prabowo.

Dorongan tersebut menunjukkan arah kerja sama investasi Indonesia-Rusia yang ingin didorong pemerintah, dari sekadar kesepakatan dan penjajakan peluang menuju pembiayaan serta pelaksanaan proyek secara konkret.

Bagi Danantara, keterlibatan sebagai pembiaya proyek juga menempatkan lembaga tersebut pada posisi yang lebih aktif dalam mengalokasikan modal ke proyek strategis di luar negeri, termasuk proyek yang memiliki keterkaitan dengan kepentingan ekonomi Indonesia dan Rusia.(redaksi)

Sumber : Bisnis.com

Pos terkait