
Bandung, Liputan98 – 8 Agustus 2025* – Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menegaskan komitmennya untuk mempercepat sinergi lintas sektor dalam investasi hilirisasi, pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan pengembangan kawasan industri. Langkah strategis ini ditargetkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8% dalam 5 tahun ke depan serta menciptakan pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia.Momentum penting ini diresmikan melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara HKI, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, yang disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, pada Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Institut Teknologi Bandung.Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana menekankan bahwa kehadiran Presiden Prabowo dalam penandatanganan MoU menjadi penanda dukungan penuh pemerintah terhadap agenda hilirisasi nasional. Disebutkan, penandatangan MoU itu sejalan dengan misi Asta Cita Presiden Prabowo yang menekankan kemandirian ekonomi nasional, penguatan inovasi teknologi, dan keberlanjutan sosial. “Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, kami tegaskan komitmen HKI untuk menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bersama pemerintah, kami yakin target pertumbuhan ekonomi 8% dalam lima tahun dapat tercapai,” tegas Ma’ruf.Menurut Ma’ruf, HKI menargetkan percepatan investasi hilirisasi di berbagai sektor strategis, mulai dari mineral, energi terbarukan, pangan, hingga manufaktur berteknologi tinggi. Dijelaskannya, dengan pengembangan kawasan industri yang terintegrasi, HKI berupaya menciptakan ekosistem yang kondusif bagi investor nasional maupun global.“Hilirisasi bukan sekadar jargon, tetapi kunci meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional. Dengan memperkuat kawasan industri, kita akan menarik investasi yang bukan hanya besar secara nilai, tetapi juga memberikan transfer teknologi dan membuka peluang kerja bagi jutaan anak bangsa,” ungkap Ma’ruf. Selain fokus pada investasi hilirisasi, HKI juga menempatkan pengembangan SDM sebagai prioritas utama. HKI akan bekerja sama dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dan pelaku industri untuk menciptakan program pelatihan vokasi dan teknologi terkini.“Kami tidak hanya membangun kawasan industri, tetapi juga menyiapkan manusia yang akan mengelolanya. SDM unggul adalah fondasi utama. HKI akan mendorong kolaborasi antara universitas, industri, dan pemerintah agar lahir tenaga kerja terampil, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global,” pungkas Ma’ruf.KSTI 2025 diharapkan menjadi forum kolaborasi pentahelix – pemerintah, industri, akademisi, media, dan masyarakat – untuk mengakselerasi transformasi industri berbasis sains dan teknologi.
Tentang HKI
Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) adalah organisasi yang menaungi kawasan industri di seluruh Indonesia. HKI berperan aktif dalam memfasilitasi pengembangan kawasan industri modern, memperkuat daya tarik investasi, dan membangun sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lain untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.