Liputan98 – Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia secara resmi membuka kantor perwakilan pertamanya di Shenzhen, China, pada Selasa (14/4/2026). Peresmian ini menandai dimulainya strategi “jemput bola” global HKI yang direncanakan akan merambah ke pusat-pusat ekonomi dunia lainnya seperti Singapura, Taiwan, Hong Kong, Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Uni Emirat Arab, hingga Rusia.
Acara peresmian ini dihadiri langsung oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Guangzhou, Ben Perkasa Drajat, didampingi Wakil Konsul Jenderal dan Konsul Ekonomi Andalusia TT. Dewi. Dari unsur pemerintah pusat, hadir pula Direktur Asia Timur Kementerian Luar Negeri RI Arifianto Sofiyanto beserta jajarannya, serta Direktur Kementerian Science dan Technology China, Mr. Chan Baija.
Dalam sambutannya, KJRI Guangzhou Ben Perkasa Drajat memberikan dukungan penuh atas inisiatif strategis ini. Ia menilai kehadiran kantor HKI di Shenzhen merupakan langkah nyata untuk mempererat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan China.
Kehadiran fisik HKI di luar negeri ini merupakan tindak lanjut strategis dari Nota Kesepahaman (MoU) antara HKI dan Kementerian Luar Negeri RI. Langkah ini terbukti efektif, di mana sejumlah capaian investasi telah berhasil diraih dan menjadi fondasi kuat bagi rencana ekspansi berikutnya.
Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan strategi besar untuk meningkatkan daya saing kawasan industri nasional.
“Pembukaan kantor perwakilan di Shenzhen, China, serta rencana ekspansi ke berbagai negara maju merupakan upaya konkret kami dalam membangun konektivitas langsung dengan pusat-pusat ekonomi dunia. HKI tidak hanya ingin menjadi fasilitator, tetapi juga katalis dalam mendorong masuknya investasi berkualitas ke kawasan industri nasional,” tegas Ma’ruf.
Ma’ruf juga menyoroti bahwa di tengah ketidakpastian global dan ketegangan di kawasan Timur Tengah, Indonesia justru memiliki posisi tawar yang sangat kompetitif sebagai tujuan investasi alternatif yang stabil.
“Kami percaya, di balik setiap tantangan selalu ada peluang. Indonesia memiliki stabilitas, potensi, dan daya tarik yang kuat. HKI siap bergerak lebih cepat, lebih luas, dan lebih strategis demi mendorong pertumbuhan kawasan industri Indonesia ke tingkat global,” tambahnya.
Peresmian ini juga dihadiri oleh perwakilan berbagai kawasan industri (KI) yang merupakan anggota HKI, antara lain KI Wiraraja, KI Bekasi Fajar (BEFA), KI Surya Cipta, KI Safe n Lock, KI/KEK JIIPE, serta KI/KEK Industropolis Batang. Kehadiran para pengelola kawasan industri ini menunjukkan kesiapan infrastruktur dalam negeri dalam menyambut investor dari China dan negara lainnya.
Namun, di tengah optimisme tersebut, Ma’ruf kembali mengingatkan pentingnya pengawalan investasi di dalam negeri. Ia mendorong pemerintah untuk segera membentuk Tim Pengawalan dan Percepatan Investasi agar komitmen-komitmen fantastis yang telah dijalin oleh Presiden Prabowo di kancah internasional tidak terhambat oleh kendala birokrasi dan regulasi di lapangan.
“Tim ini harus memastikan setiap dolar yang dijanjikan benar-benar masuk ke kawasan industri dan memberikan dampak ekonomi nyata. Kita tidak ingin komitmen besar ini hanya menjadi seremoni penandatanganan saja,” pungkas Ma’ruf. (redaksi)





