Liputan98 – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan sinyal kuat mengenai kemungkinan adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, jika tren lonjakan harga minyak dunia belum mereda. Pernyataan ini muncul menyusul dinamika harga energi global yang terus tertekan akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Menurut Bahlil, penetapan harga BBM nonsubsidi sangat bergantung pada pergerakan harga minyak mentah di pasar internasional. “Kalau harganya (minyak dunia) turun, ya enggak naik (harga Pertamax). Tapi kalau harganya begini (naik) terus, ya mungkin pasti ada penyesuaian,” jelasnya saat memberikan keterangan di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Meskipun beberapa operator SPBU telah menaikkan harga pada 18 April lalu, Bahlil menyebut langkah tersebut baru merupakan tahap awal dalam merespons kondisi pasar. Pada kenaikan pekan lalu, Pertamina memutuskan untuk menaikkan harga tiga jenis BBM nonsubsidi yaitu Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sementara harga Pertamax dan Pertamax Green masih dipertahankan. Namun, posisi ini bisa saja berubah jika tekanan harga global terus menguat.
“Kalau untuk BBM nonsubsidi itu ada penyesuaian harga. Tahap pertama mungkin sekarang dilakukan seperti sekarang. Tahap berikutnya kita lihat penyesuaian,” tambah Bahlil terkait kemungkinan kenaikan di masa mendatang.
Adapun formula dasar perhitungan harga eceran BBM nonsubsidi ini telah mengacu pada aturan teknis dalam Keputusan Menteri ESDM yang berlaku.
Di tengah ketidakpastian harga pasar, pemerintah memberikan jaminan bagi masyarakat kecil terkait ketersediaan dan keterjangkauan BBM subsidi. Bahlil menegaskan bahwa harga Pertalite dan Biosolar dipastikan tidak akan mengalami perubahan hingga penghujung tahun ini.
“Saya katakan, yang pemerintah bisa menjamin untuk harganya tidak naik itu adalah yang bersubsidi,” tegasnya.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah perlindungan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi ekonomi global yang tidak menentu. Pemerintah akan terus memantau pergerakan harga minyak mentah dunia serta stabilitas pasokan energi dalam negeri guna menentukan langkah-langkah kebijakan energi selanjutnya. (redaksi)
Sumber : Kompas.com





