Wiraraja Teken Tiga Kerja Sama Investasi di Beijing

CEO Wiraraja Group, Akhmad Ma'ruf Maulana (kanan) tarik tiga investasi dari China. F dok Wiraraja

Liputan98.com – Wiraraja Indonesia kembali memperluas jaringan investasi internasional melalui penandatanganan tiga kerja sama dengan perusahaan asal China di Beijing. Penandatanganan berlangsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing dan disaksikan oleh Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Beijing.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Wiraraja dalam menarik investasi asing ke Indonesia setelah sebelumnya menyelesaikan agenda investasi bersama mitra di Inggris dan Rusia.

Bacaan Lainnya

“Ada tiga penandatanganan kerja sama. Alhamdulillah kami berhasil menarik investasi baru di China. Ada beberapa industri yang berhasil kami tarik ke Indonesia,” ungkap CEO Wiraraja Group Akhmad Maruf Maulana.

Maruf menjelaskan, ketiga kerja sama tersebut mencakup investasi di sektor pupuk, furnitur, dan benang polyester. Seluruh investasi diarahkan untuk mendukung pengembangan industri di Indonesia.

“Ke tiga kerja sama investasi tersebut, masing-masing investasi pupuk, furniture, dan benang polyester. Investasi ini kami kami tarik masuk ke Indonesia, tepatnya ke Jawa Timur,” tambah Maruf.

Sebelum melanjutkan agenda di Beijing, Akhmad Maruf Maulana yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) bersama rombongan terlebih dahulu menyelesaikan serangkaian agenda investasi dengan investor di London dan Rusia. Di China, rombongan HKI kembali menggelar sejumlah pertemuan bisnis dan penjajakan kerja sama dengan para pelaku usaha di Beijing.

“Kami bertolak ke Beijing, China, dan akan berada di negara tersebut selama 10 hari. Ada beberapa agenda dan penandatanganan kerja sama yang akan kami lakukan di negara tersebut,” kata Maruf, Jumat (10/7).

Sebelumnya, Wiraraja Indonesia juga mencatatkan capaian investasi di Rusia melalui kerja sama pengembangan proyek manufaktur turbin gas (setting-up manufacture project for gas turbine in Indonesia) bersama perusahaan Black Energy AI. Nilai investasi proyek tersebut mencapai USD9,3 juta dengan estimasi penyerapan tenaga kerja sekitar 200 orang, sementara pelaksanaan investasinya dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Yekaterinburg Exhibition Hall pada Rabu (8/7/2026), yang ditandatangani langsung oleh CEO Wiraraja Group Akhmad Maruf Maulana bersama CEO BlackEnergy AI Mr. Andrey Gennaedevic. Prosesi tersebut turut disaksikan Duta Besar Indonesia untuk Rusia Jose Antonio Morato Tavares serta Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Tri Supondy.

Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita menilai partisipasi Indonesia dalam ajang INNOPROM 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkuat daya saing industri nasional melalui peningkatan kerja sama internasional dan investasi.

“Partisipasi Indonesia di INNOPROM 2026, di Rusia, adalah langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional, mendatangkan investasi, mendorong pengembangan industri, dan meningkatkan daya saing manufaktur kita,” ujarnya di lokasi pameran, pada Selasa (5/7/2026) pekan lalu.(redaksi)

Pos terkait