Liputan98.com – Bandara Internasional Dallas-Fort Worth (DFW) di Texas, Amerika Serikat, akan membangun fasilitas tempat wudu di toilet Terminal D. Fasilitas tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan ibadah penumpang Muslim sekaligus menjaga kebersihan dan keamanan area toilet.
Melansir New York Post, rencana pembangunan fasilitas wudu tersebut telah didaftarkan secara resmi kepada Departemen Perizinan dan Regulasi Texas pada 31 Juli. Berdasarkan dokumen proyek, pembangunan ditargetkan rampung pada akhir 2026.
“Proyek ini mencakup penambahan fasilitas tempat wudu pada toilet yang sudah ada di area concourse Terminal D, yakni satu fasilitas tempat wudu di toilet pria dan satu fasilitas tempat wudu di toilet wanita,” demikian keterangan dalam dokumen proyek.
Fasilitas wudu akan ditempatkan di dalam toilet yang telah tersedia di Terminal D. Proyek tersebut mencakup masing-masing satu fasilitas wudu untuk toilet pria dan wanita.
Pembangunan fasilitas ini diperkirakan membutuhkan biaya sekitar US$300.000 atau sekitar Rp5,32 miliar dengan asumsi kurs Rp17.738 per dolar AS. Proyek tersebut didanai secara pribadi.
Selain ditujukan untuk mendukung kebutuhan penumpang Muslim, pembangunan fasilitas wudu juga memiliki tujuan pengelolaan fasilitas. Tempat wudu khusus diharapkan dapat mengurangi genangan air di lantai toilet serta mencegah kerusakan pada permukaan meja wastafel akibat digunakan untuk membasuh kaki.
Rencana tersebut mendapat perhatian setelah muncul perdebatan di media sosial. Sebagian kalangan konservatif mempertanyakan pembangunan fasilitas tersebut, sementara pihak lain menilai fasilitas wudu merupakan bagian dari kebutuhan pengelolaan bandara internasional.
Aktivis konservatif Ryan Fournier menilai fasilitas tersebut justru dapat membantu menjaga keamanan dan sanitasi toilet.
“Banyak orang heboh soal fasilitas tempat membasuh kaki di DFW, namun mari kita lihat fakta sebenarnya sebelum terburu-buru mengambil kesimpulan. Ini bukan soal memaksakan ideologi-ini murni masalah manajemen dasar bandara,” tulis Fournier di media sosial.
Menurut Fournier, penggunaan wastafel biasa untuk membasuh kaki dapat menyebabkan air menggenang di lantai toilet. Kondisi tersebut berpotensi membuat permukaan lantai menjadi licin dan meningkatkan risiko penumpang terpeleset.
Dengan adanya fasilitas yang dirancang khusus untuk berwudu, penggunaan wastafel dapat lebih terkontrol sekaligus mengurangi risiko kerusakan pada fasilitas toilet.
“Semata-mata bertujuan menjaga kebersihan kamar mandi dan mencegah orang terpeleset di lantai keramik yang basah. Sesederhana itu,” ujar Fournier.
Fasilitas wudu di DFW juga bukan merupakan konsep baru di lingkungan bandara Amerika Serikat. Sejumlah bandara besar, termasuk Chicago O’Hare dan Indianapolis, telah memiliki fasilitas yang mendukung kebutuhan penumpang Muslim, termasuk area wudu dan ruang ibadah.
Bandara DFW merupakan salah satu pusat penerbangan internasional utama di Amerika Serikat. Kehadiran fasilitas wudu di Terminal D nantinya akan menjadi bagian dari layanan penumpang, terutama bagi pengguna Muslim yang membutuhkan fasilitas untuk menjalankan ibadah selama berada di bandara.
Dengan nilai proyek sekitar US$300.000, pembangunan dua fasilitas wudu tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun dan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus menjaga standar kebersihan serta keamanan fasilitas toilet.(redaksi)
Sumber : CNBC





