Hui Ka Yan Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup, Menutup Kejatuhan Raksasa Properti China

Bos raksasa properti China Evergrande, Hui Ka Yan. F dok Bloomberg

Liputan98.com — Kejatuhan raksasa properti China Evergrande mencapai babak akhir dengan vonis seumur hidup terhadap pendirinya, Hui Ka Yan. Pengadilan China menjatuhkan hukuman tersebut pada Kamis (20/8/2026), lima tahun setelah keruntuhan Evergrande mengguncang sektor properti dan pasar keuangan Negeri Tirai Bambu.

Hui yang kini berusia 67 tahun merupakan sosok utama di balik perjalanan panjang Evergrande. Dari latar belakang sebagai anak desa, Hui berhasil membangun perusahaan tersebut menjadi salah satu pengembang properti terbesar di China dan pernah menyandang status sebagai orang terkaya di Asia.

Namun, ekspansi agresif Evergrande yang ditopang utang akhirnya berbalik menjadi kehancuran. Perusahaan tersebut gagal memenuhi kewajibannya yang mencapai sekitar US$300 miliar, menjadikannya salah satu simbol terbesar krisis properti China yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Hui dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah sebelumnya mengaku bersalah pada April atas delapan dakwaan. Kasus tersebut mencakup penyalahgunaan dana, penipuan penggalangan dana, penghimpunan simpanan publik secara ilegal, pemberian pinjaman secara ilegal, penerbitan surat berharga secara curang, serta suap.

Pengadilan di Kota Shenzhen, China selatan, juga memutuskan penyitaan seluruh harta pribadi Hui.

Pengadilan menilai kejahatan yang dilakukan Hui bersama Evergrande Group dan Hengda Real Estate, anak usaha utama perusahaan, memiliki skala yang sangat besar dan menimbulkan dampak ekonomi serta sosial yang serius.

“Perbuatan kriminal Evergrande Group, Hengda Real Estate, dan Hui Ka Yan … melibatkan jumlah yang sangat besar dan keadaan yang sangat buruk, menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat signifikan serta kerugian sosial yang sangat serius, dan harus dihukum berat sesuai dengan hukum,” kata pengadilan dalam sebuah pernyataan.

Dalam foto yang dirilis pengadilan, Hui terlihat berambut abu-abu dan berdiri di antara dua petugas. Ia mengenakan kemeja biru tua ketika vonis dibacakan.

Hui sebelumnya tidak terlihat di hadapan publik sejak ditahan oleh otoritas China pada 2023, setelah Evergrande mengalami gagal bayar.

Kejatuhan Evergrande tidak hanya mengakhiri karier bisnis Hui Ka Yan, tetapi juga meninggalkan persoalan besar bagi kreditur, investor dan pemilik rumah.

Dengan kewajiban sekitar US$300 miliar, proses untuk memulihkan aset dan dana Evergrande diperkirakan masih berlangsung panjang. Vonis terhadap Hui juga tidak secara otomatis menyelesaikan persoalan finansial yang ditinggalkan perusahaan.

Salah satu dampak paling besar dirasakan investor yang membeli produk pengelolaan kekayaan atau wealth-management products yang diterbitkan Evergrande. Banyak di antaranya merupakan investor ritel, termasuk masyarakat berpenghasilan lebih rendah.

Ketika Evergrande gagal memenuhi kewajibannya, hilangnya investasi tersebut memicu aksi protes. Kondisi tersebut bahkan sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas sosial di China.

Kelompok pemilik rumah Evergrande juga masih menunjukkan frustrasi terhadap keruntuhan perusahaan. Mereka menghadapi ketidakpastian terkait penyelesaian proyek dan pemulihan dana yang telah mereka keluarkan.

Selain hukuman terhadap Hui, pengadilan menjatuhkan denda sebesar 8,82 miliar yuan atau sekitar US$1,31 miliar kepada Evergrande. Hengda Real Estate juga dikenai denda sebesar 7 miliar yuan.

Lima eksekutif senior lainnya menerima hukuman berupa denda dan penjara dengan masa hukuman antara enam hingga 18 tahun.

Secara keseluruhan, sebanyak 56 orang yang terkait dengan Evergrande selain Hui menerima hukuman pada Kamis, menurut laporan media pemerintah CCTV.

Vonis terhadap Hui menjadi simbol dari berakhirnya era ekspansi Evergrande sekaligus menggambarkan besarnya konsekuensi dari krisis properti China. Namun, bagi kreditur dan pemilik rumah, persoalan terbesar masih tersisa: bagaimana memulihkan aset dan menyelesaikan kewajiban perusahaan yang runtuh setelah bertahun-tahun menjadi salah satu pemain terbesar di industri properti China.(redaksi)

Sumber : CNBC

Pos terkait