ESDM Identifikasi 9.000 Hektare Lahan untuk Percepatan PLTS 30 GW

Ilustrasi PLTS. F Ist

Liputan98.com — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mempercepat pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) guna mendukung target penambahan kapasitas energi terbarukan nasional. Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah memastikan ketersediaan lahan untuk merealisasikan program PLTS berkapasitas total 30 gigawatt (GW).

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah telah mengidentifikasi sekitar 9.000 hektare lahan yang berpotensi digunakan untuk pembangunan PLTS. Lahan tersebut berasal dari aset yang dikuasai pemerintah, termasuk bank tanah yang berada di bawah pengelolaan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Bacaan Lainnya

“Untuk persiapan 30 gigawatt, kita juga sudah melakukan identifikasi lahan-lahan pemerintah yang bisa dimanfaatkan, termasuk bank tanah yang dikontrol oleh ATR BPN,” ujar Yuliot kepada wartawan usai menghadiri Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 di Jakarta, Rabu (19/8).

“Kan dari Kementerian ATR sudah mengidentifikasi lahan yang siap digunakan sekitar 9.000 hektare,” imbuh Yuliot.

Ketersediaan lahan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat realisasi proyek PLTS. Dengan memanfaatkan aset pemerintah dan bank tanah, pemerintah berupaya menekan kendala penyediaan lahan yang selama ini menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan proyek pembangkit energi terbarukan.

Selain lahan darat, ESDM juga mendorong pemanfaatan infrastruktur sumber daya air untuk pengembangan PLTS terapung. Salah satu lokasi yang tengah disiapkan adalah Waduk Saguling di Jawa Barat.

Yuliot mengatakan ESDM telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait pemanfaatan sumber daya air untuk proyek tersebut.

“Termasuk juga pemanfaatan waduk. Jadi untuk minggu kemarin, saya juga sudah melakukan koordinasi bersama-sama dengan Wamen Pekerjaan Umum. Itu juga untuk Saguling, itu izin pemanfaatan sumber daya airnya sudah bisa diterbitkan,” ujarnya.

PLTS Saguling diperkirakan memiliki potensi kapasitas antara 100 megawatt (MW) hingga 150 MW. Proyek ini menjadi salah satu contoh pemanfaatan aset infrastruktur yang sudah tersedia untuk menambah kapasitas pembangkit energi terbarukan.

“Untuk Saguling potensinya sekitar 100-150 MW,” ujar Yuliot.

Dari sisi kebijakan energi, percepatan pembangunan PLTS menjadi bagian dari strategi pemerintah meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Pengembangan pembangkit surya juga diharapkan dapat menyediakan sumber listrik alternatif seiring dengan rencana pengurangan penggunaan pembangkit listrik beremisi tinggi.

ESDM kini terus mendorong kesiapan proyek, termasuk dari sisi lahan dan perizinan. Pemerintah menilai kepastian ketersediaan lahan akan menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan target pengembangan PLTS 30 GW dapat direalisasikan secara bertahap.(redaksi)

Sumber : CNN

Pos terkait