Liputan98.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Rusia dan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Kamis (3/9/2026) waktu setempat.
Prabowo menghadiri jamuan makan siang bersama Putin dalam rangkaian kunjungannya ke Vladivostok. Sejumlah menteri turut mendampingi Prabowo dalam pertemuan tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan pemerintah Rusia selama kunjungannya.
“Terima kasih Yang Mulia Presiden Putin, presiden dari Federasi Rusia,” ujar Prabowo. “Pertama-tama, saya senang sekali berjumpa lagi dengan Yang Mulia. Terima kasih atas sambutan yang hangat dan keramahan yang diberikan kepada saya. Saya merasa sangat terhormat dan gembira dapat mengunjungi Vladivostok,” lanjutnya.
Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia pada 12 Juni 2026. Dia turut mengapresiasi penyelenggaraan KTT peringatan ASEAN-Rusia ke-20 pada 18 Juni 2026.
Prabowo mengungkapkan permintaan maaf karena tidak dapat menghadiri agenda tersebut akibat persoalan dalam negeri. Menurutnya, kunjungan ke Vladivostok menjadi kesempatan untuk memenuhi komitmennya datang ke Rusia.
“Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak dapat menghadiri acara penting tersebut karena ada masalah dalam negeri yang tidak bisa saya tinggalkan. Tapi saya membayar utang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang. Sekali lagi terima kasih,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan hubungan panjang antara Indonesia dan Rusia yang telah berlangsung selama lebih dari lima dekade. Dia menyebut Rusia sebagai salah satu mitra penting bagi Indonesia.
“Karena itu kami bangga dan gembira hubungan kita bisa meningkat menjadi kemitraan strategis tahun lalu,” ujar Prabowo.
Kunjungan Prabowo ke Vladivostok juga berkaitan dengan partisipasi Indonesia dalam Forum Ekonomi Timur ke-9. Prabowo menilai forum tersebut memiliki peluang untuk memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi di kawasan.
“Kita berdua adalah negara Pasifik dan bagi kami sebagai negara kepulauan, konektivitas dan kerja sama maritim sangat penting,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, Indonesia terus mendorong peningkatan kerja sama dengan Rusia di berbagai sektor untuk memberikan manfaat bagi kedua negara. Dia juga menyoroti perkembangan hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia-Rusia.
“Dalam beberapa hal hubungan kita terus meningkat, sebagaimana Yang Mulia telah menyampaikan di bidang ekonomi, perdagangan kita meningkat. Kita juga kerja sama dalam berbagai bidang juga mengalami kemajuan dan kami siap untuk meningkatkan kerja sama ini. Terima kasih,” ujar Prabowo.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat hubungan bilateral dengan Rusia, terutama dalam peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan, konektivitas, dan sektor maritim.(redaksi)
Sumber : CNBC




