HKI Dorong Penguatan Keandalan Listrik Nasional, Kawasan Industri Perlu Mendapat Prioritas Penanganan

Ketua HKI, Achmad Ma'ruf Maulana. F Ist

Liputan98.com – Menyusul  laporan  terjadinya  pemadaman  listrik  di  sejumlah  wilayah Pulau  Jawa,  Himpunan  Kawasan  Industri  (HKI)  Indonesia  meminta  pemerintah melalui  Kementerian  Energi  dan  Sumber  Daya  Mineral  (ESDM)  bersama  PT  PLN.

(Persero)  memperkuat  keandalan  sistem  ketenagalistrikan  nasional  guna  menjaga kelangsungan aktivitas industri dan iklim investasi. Ketua  Umum  HKI  Indonesia,  Akhmad  Ma’ruf  Maulana,  mengatakan  pasokan  listrik yang  andal  merupakan  kebutuhan  mendasar  bagi  kawasan  industri.  Gangguan  yang terjadi  dalam  durasi  tertentu  dapat  memengaruhi  proses  produksi,  distribusi  barang, hingga jadwal pengiriman kepada pelanggan.

Bacaan Lainnya

“Kami  menerima  berbagai  laporan  terkait  pemadaman  listrik  di  sejumlah  wilayah Jawa.  Kami  memahami  bahwa  dalam  sistem  kelistrikan  yang  sangat  besar, gangguan  teknis  dapat  terjadi.  Yang  terpenting  adalah  memastikan  proses  evaluasi berjalan  menyeluruh,  langkah  perbaikan  dilakukan  secepat  mungkin,  dan  mitigasi  ke depan semakin kuat,” ujar Ma’ruf Maulana.

Menurutnya,  industri  nasional  saat  ini  sedang  bergerak  untuk  mendukung  agenda hilirisasi,  peningkatan  ekspor,  pembangunan  pusat  data,  serta  masuknya  investasi baru  ke  berbagai  daerah.  Seluruh  agenda  tersebut  membutuhkan  dukungan infrastruktur energi yang stabil dan dapat diandalkan.

“Keandalan  listrik  menjadi  salah  satu  pertimbangan  utama  investor  ketika menentukan  lokasi  investasi.  Kepastian  pasokan  energi  memberikan  rasa  aman  bagi dunia  usaha  dalam  merencanakan  ekspansi  maupun  pengembangan  usaha  jangka panjang,” katanya.

Sebagai  bentuk  perhatian  terhadap  persoalan  tersebut,  HKI  telah  menyampaikan surat  kepada  Menteri  ESDM  dengan  tembusan  kepada  Direktur  Utama  PT  PLN (Persero) dan para gubernur di seluruh Indonesia.

Dalam  surat  tersebut,  HKI  mengusulkan  evaluasi  menyeluruh  terhadap  penyebab gangguan  sistem  kelistrikan,  mulai  dari  aspek  pembangkitan,  transmisi,  distribusi hingga  kecukupan  cadangan  daya.  HKI  juga  mendorong  penguatan  infrastruktur ketenagalistrikan  pada  kawasan  industri  strategis  agar  memiliki  tingkat  keandalan yang lebih tinggi.

Selain  itu,  HKI  mengusulkan  agar  kawasan  industri  memperoleh  prioritas penanganan  ketika  terjadi  gangguan  sistem.  Kawasan  industri  merupakan  pusat kegiatan  produksi,  ekspor,  investasi,  dan  penyerapan  tenaga  kerja  yang  memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional maupun daerah.

“Kami  berharap  terdapat  mekanisme  koordinasi  yang  lebih  cepat  antara  PLN  dan pengelola  kawasan  industri  ketika  terjadi  gangguan.  Informasi  yang  akurat  dan kepastian  waktu  pemulihan  sangat  membantu  pelaku  usaha  dalam  mengatur operasional mereka,” ujar Ma’ruf Maulana.

HKI  juga  mendorong  percepatan  pengembangan  sistem  cadangan,  peningkatan kapasitas  jaringan,  pembangunan  gardu  induk  pada  kawasan  industri  yang berkembang  pesat,  serta  pemanfaatan  teknologi  pemantauan  sistem  yang  semakin modern.

Dalam  jangka  panjang,  HKI  memandang  perlu  adanya  ruang  yang  lebih  luas  bagi pengembangan  pembangkit  mandiri  (captive  power),  energi  baru  terbarukan,  serta Wilayah  Usaha  Ketenagalistrikan  (Wilus)  di  kawasan  industri  tertentu  sebagai  bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

“Pertumbuhan  industri  Indonesia  akan  terus  meningkatkan  kebutuhan  energi. Karena  itu,  sistem  kelistrikan  nasional  perlu  terus  diperkuat  agar  mampu mengimbangi  kebutuhan  dunia  usaha  dan  menjaga  daya  saing  Indonesia  sebagai tujuan investasi,” kata Ma’ruf Maulana.

HKI  berharap  pemerintah,  PLN,  pemerintah  daerah,  dan  seluruh  pemangku kepentingan  dapat  bersama-sama  mempercepat  langkah-langkah  penguatan  sistem ketenagalistrikan  nasional  sehingga  aktivitas  masyarakat  dan  dunia  usaha  dapat berjalan dengan baik serta mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia.(redaksi)

Pos terkait