Mendagri Prihatin Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, Singgung Integritas Kepala Daerah

Bupati Lombok Lalu Ahmad Zaini yang terjaring OTT KPK. F dok Wikipedia

Liputan98.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan keprihatinannya atas kembali terjeratnya kepala daerah dalam kasus dugaan korupsi melalui operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pernyataan tersebut disampaikan Tito menyusul OTT KPK yang menjerat Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini.

“Ya saya prihatin karena kepala daerah sudah kita berikan retret, kemudian pembekalan awal, kemudian juga sudah dibuatkan sistem keuangan lebih transparan, kemudian juga pembinaan-pembinaan telah dilakukan,” ujar Tito kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Senin (20/7/2026).

Bacaan Lainnya

Tito menuturkan, pemerintah telah memberikan berbagai pembekalan kepada kepala daerah, termasuk melalui retret dan pembinaan. Para kepala daerah juga sebelumnya telah dikumpulkan oleh Presiden untuk mendapatkan arahan mengenai tata kelola pemerintahan yang baik.

Namun, menurut Tito, pemerintah memiliki keterbatasan dalam mencegah praktik korupsi karena kepala daerah dipilih langsung oleh masyarakat melalui proses demokrasi. Karena itu, integritas pribadi masing-masing kepala daerah menjadi faktor penting dalam menjalankan amanah jabatan.

“Kita kan enggak bisa, pertama mereka memang dipilih rakyat, rekrutmennya. Kedua, kembali ke integritas masing-masing orang,” ujarnya.

Tito berharap OTT KPK terhadap kepala daerah, termasuk Bupati Lombok Barat, dapat menjadi pelajaran bagi pejabat daerah lainnya agar lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas dan tidak melakukan pelanggaran hukum, khususnya tindak pidana korupsi.

“Kembali ke Integristas masing-masing. Jadi saya berharap dengan adanya OTT kepala daerah seperti termasuk Lombok ini, kepala daerah lainnya agar semua mawas diri, melakukan introspeksi, jangan sampai melakukan pelanggaran apalagi tindak pidana korupsi,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Ahmad Zaini tiba di Gedung Merah Putih KPK setelah terjaring dalam OTT pada Senin (20/7/2026).

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan 19 orang. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut tujuh orang, termasuk Bupati Ahmad Zaini, dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut, tim mengamankan sejumlah 19 orang, yang kemudian tujuh di antaranya malam ini akan dibawa ke Gedung KPK Merah Putih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK.

“Adapun dari pihak yang diamankan tersebut, di antaranya adalah Bupati Lombok Barat,” sambungnya.

Selain mengamankan sejumlah pihak, tim KPK juga menyita uang senilai ratusan juta rupiah dan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Budi mengatakan, dalam OTT tersebut, tim KPK juga mengamankan uang senilai ratusan juta dan sejumlah dokumen. “Sampai dengan saat ini, uang yang diamankan senilai ratusan juta dan juga beberapa dokumen terkait,” ujarnya.(redaksi)

Sumber : Kontan

Pos terkait