Liputan98.com – Sejumlah pabrik asal China berencana merelokasi fasilitas produksinya ke Kawasan Industri Madura di Bangkalan, Jawa Timur. Relokasi tersebut akan didominasi industri padat karya dan menjadi bagian dari kerja sama ekonomi Indonesia–China melalui skema Two Countries Twin Park.
Rencana investasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara kawasan industri di Guangdong, China, dengan Wiraraja Madura Industrial Park. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi gelombang investasi manufaktur baru ke Pulau Madura.
Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan pemerintah saat ini tengah mempercepat proses perizinan agar pembangunan kawasan industri di Bangkalan dan realisasi investasi dapat segera berjalan.
“Yang pasti kawasan industri di China, ini klasternya itu sebagian yang sudah tidak bisa di China akan pindah ke Madura. Jadi suatu klaster yang pemerintahnya memang sudah tidak diizinkan lagi berdiri di pabrik di situ, pindah satu klaster ke Madura,” kata Ma’ruf saat ditemui di kantor Kemenko Ekonomi, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026).
Hingga kini nilai investasi yang akan masuk masih dalam tahap penghitungan karena perusahaan-perusahaan yang akan direlokasi masih didata. Meski demikian, sejumlah sektor telah dipastikan akan menjadi bagian dari relokasi tersebut, di antaranya industri polyester, cokelat, matras atau spring bed, benang, serta beberapa sektor manufaktur lainnya.
Menurut Ma’ruf, mayoritas investasi yang masuk ke Bangkalan berasal dari industri padat karya sehingga berpotensi menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar. Ia juga mengungkapkan bahwa banyak pabrik di China kini mulai beralih menggunakan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), sehingga sebagian industri memilih melakukan relokasi.
“Saya baru ketahui di China sudah pakai teknologi AI ya, yang memang karyawannya memang sudah pakai teknologi, ini yang matras ya, matras, kasur, tempat tidur matras, dan coklat, polyster, benang, ini memang industri yang padat karya,” tuturnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pengembangan kawasan industri di Bangkalan merupakan bagian dari perluasan implementasi program Two Countries Twin Park yang sebelumnya telah dikembangkan di Batang dan Semarang.
“Karena ini menjadi satu-satunya ataupun kawasan industri pertama di Madura sehingga tentu berharap bahwa perkembangan industrialisasi tidak hanya di Jawa Timur tetapi juga bisa masuk ke Madura,” sebut Airlangga.
Keberadaan Kawasan Industri Madura diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Madura sekaligus memperluas pemerataan investasi manufaktur di Jawa Timur. Masuknya relokasi pabrik dari China juga dinilai berpotensi memperkuat daya saing industri nasional melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan rantai pasok industri dalam negeri.(redaksi)
Sumber : Detik.com





