Prabowo Dorong FTA Indonesia-Rusia, Bidik Perdagangan Tembus US$10 Miliar

Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin duduk bersama di Eastern Economic Forum. F dok Sekneg

Liputan98.com – Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan volume perdagangan Indonesia dan Rusia melalui pembentukan Free Trade Agreement (FTA) atau perjanjian perdagangan bebas.

Dorongan tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam “Eastern Economic Forum” di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Dalam forum tersebut, Prabowo tampil satu panggung bersama Presiden Rusia Vladimir Putin.

Bacaan Lainnya

Prabowo menilai Indonesia dan Rusia memiliki kekuatan ekonomi yang saling melengkapi. Rusia memiliki komoditas dan kapasitas teknologi yang dibutuhkan Indonesia, mulai dari gandum, pupuk, energi, ilmu pengetahuan hingga rekayasa teknologi.

Di sisi lain, Indonesia memiliki sejumlah komoditas dan produk yang dapat memenuhi kebutuhan pasar Rusia, seperti kelapa sawit, perikanan, kopi, karet, tekstil, furnitur dan barang konsumsi. Indonesia juga memiliki tenaga kerja muda serta akses pasar ke kawasan Asia Tenggara dengan populasi sekitar 680 juta penduduk.

“Kekuatan satu pihak dapat menjawab kebutuhan pihak lainnya. Inilah fondasi perdagangan yang adil dan berkelanjutan,” kata Prabowo saat berpidato pada Eastern Economic Forum di Vladivostok, Kamis (3/9/2026). Dia berbicara satu panggung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menurut Prabowo, hubungan perdagangan kedua negara menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, volume perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia mendekati US$5 miliar.

“Tahun lalu, pada 2025, perdagangan bilateral kita mendekati US$ 5 miliar, meningkat 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 2024, dan meningkat 33,7% dibandingkan 2023,” lanjut Prabowo.

Pertumbuhan tersebut dinilai Prabowo baru menjadi tahap awal dalam memperbesar hubungan ekonomi kedua negara. Dia kemudian mengusulkan agar Indonesia dan Rusia meningkatkan target perdagangan melalui kerangka kerja sama perdagangan bebas.

“Di forum ini, saya mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan yang jelas bagi diri kita sendiri yaitu dengan melipatgandakan perdagangan kita dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (FTA),” ujar Prabowo.

Jika target tersebut terealisasi, nilai perdagangan bilateral yang saat ini mendekati US$5 miliar berpotensi meningkat menjadi sekitar US$10 miliar dalam periode peninjauan pertama FTA Indonesia-Eurasian Economic Union.

Dorongan tersebut menunjukkan upaya pemerintah memperluas akses pasar ekspor Indonesia sekaligus meningkatkan hubungan perdagangan dengan Rusia. Kerja sama perdagangan bebas diharapkan dapat membuka ruang lebih besar bagi produk Indonesia untuk masuk ke pasar Rusia dan kawasan Eurasia.

Di sisi lain, Indonesia juga dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap sejumlah komoditas strategis, energi, pupuk, serta teknologi dari Rusia.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat diversifikasi mitra dagang di tengah persaingan ekonomi global dan meningkatkan nilai perdagangan melalui kerja sama ekonomi yang lebih terintegrasi.(redaksi)

Sumber : Detik.com

Pos terkait